Thursday, August 4, 2011
Kebahagiaan dalam perpisahan
Kerna jelas terbaca dari muka
DIA dan DIA sudah tiada
Keserasian di jiwa
Mungkin magisnya sudah hilang
Tak perlulah rasanya MEREKA mencuba lagi
Betulkan kesilapan perhubungan itu
Bila setiap perbincangan
Menjadi perbalahan
Manakah agaknya cinta kasih
Embun pun takkan mampu menyubur sekuntum
Bunga yang layu pada musim luruh
Yang dulunya mekar di sinar suria
Bila sudah kering pasti akan gugur
Seperti cinta MEREKA yang jelas ternyata
Semakin lama oh semakin rekah
Menimbulkan tanya apa mungkin MEREKA
Temu kebahagiaan dalam perpisahan
Usah titis air mata yang DIA tangiskan
DIA dah cukup menampung selautan
Begitu lama DIA pendam
Tapi hanya berdiam
Kerna cuba menafi realiti
Seperti cinta MEREKA yang jelas ternyata
Semakin lama oh semakin rekah
Menimbulkan tanya apa mungkin MEREKA
Temu kebahagiaan dalam perpisahan
Kebahagiaan dalam perpisahan
Tuesday, April 19, 2011
Sisa makanan ibu dan ayah....
Dr.Fadhilah Kamsah menulis ¿¿..
Assalammualaikum. .....
Masa saya kecik-kecik dulu,mak selalu sangat suruh saya habiskan belen-belen( sisa-sisa) nasik yang dia makan ...dan pagi-pagi sebelum pergi sekolah,mak akan tuangkan air teh untuk saya minum itu dan macam biasa,mesti ada sikit belen ... tapi taklah everytime secara puratanya seminggu sekali mesti ada mak suruh buat macam itu ...
Dan sampailah saya dah besar panjang nie pun situasi ni still berjalan ....either belen makanan mak atau abah ... tapi kalau belen makanan anak-anak memang jadi satu kepantangan bagi mak atau abah untuk habiskan... kami kena habiskan sendiri atau akan dihabiskan oleh adik beradik yang lain ... samada kami perasan atau tidak ....so satu hari itu tergerak nak tanya pasal isu ini kat mak ...
Akhirnya mak dedahkan bahawa memang purposely dia buat macam itu sebab itu petua yang dia dapat dari arwah mak mentua dia sendiri ...arwah tok perempuan kami lah sebelah abah ...mak kata,supaya hati anak-anak sentiasa melekat kat mak bapak...dan saya sendiri akui kesannya .....makin umur kita meningkat,hati kita senantiasa belas tengok mak bapak kita yang makin tua itu..
Kalau kena marah ke kena tengking ke memang kami adik beradik diam membisu..jer lah namanya nak menjawab balik memang tak dak walaupun kita tahu yang kita betul dan mak pesan,dah ada anak sendiri esok ...jangan sekali-kali makan lebihan makanan anak... samalah ceritanya ..dan mak kata jugak, pagi-pagi jumaat masa dia bancuh air untuk kami semua,dia akan selawat 3 x dan berdoa semoga kami selamat pergi dan selamat balik ...dan guru saya pesan, antara kesan terbesar bagi ibu bapa yang tidak menunaikan solat maghrib ialah,mereka- mereka ini akan Allah cabut rasa hormat anak terhadap mereka ... solat berjemaahlah dengan anak-anak tiap kali waktu maghrib ... kalau ada lebih dari sorang anak,suruh sorang azan dan sorang Qiam ... kemudian berganti-ganti bacakan doa lepas solat... ini yang kami sekeluarga amalkan sampai sekarang ...
Saya personally memang cukup malu kalau tak sempat solat jamaah maghrib dengan mak abah secara praktiknya,inilah yang paling paling paling berkesan sekali ....tak caya try buat ...solat jamaah dengan anak-anak tiap kali maghrib .... dapat semua waktu lagi baik ...sangat besar 'rahsia' dan peranan dapur rupa-rupanya. ..dan jugak kesan solat jamaah walau hanya bagi waktu maghrib.
"Apabila kita kejar dunia,dunia akan lari; tetapi apabila kita kejar akhirat, dunia akan mengejar kita". Just to ambil iktibar untuk mendidik diri & family.Usia dunia sudah terlalu hampir ke penghujungnya, terlalu!
So,it's good if we can remind each other because in Rasulullah's last sermon,baginda pun did mention that all those who listen to him (on shall pass on his words to others,and those to others again; and may the last ones understand his words better than those who listen to him directly...
Yang baik datang dari Allah & yang kurang itu is from my weaknesses. Do impart this knowledge; you'll lose nothing. Wallahu A'lam... Terima Kasih,
Friday, March 4, 2011
Hikmah melihat muka org yang kita syg
Hikmah Melihat Muka Orang Yang Kita Sayang Sedang Tidur....
melihat orang yang kita sayang pada saat dia tidur... .. Renungkan/lihatlah betapa sayangnya kita pada mereka... ..
Pernahkah anda menatap orang-orang yang anda sayang saat mereka sedang tidur? Kalau belum, cubalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun akan tampak polos dan jauh berbeza jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. ... Lihatlah ibu anda... . Hmm... kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar kerana menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan membebeli kita semata- mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah orang-orang yang kita cintai..sayangi itu... Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya...
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan-lahan saat menatap wajah mereka yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi oleh salah faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.
Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya..penatnya aku hari ini". Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat lelah Tak lain adalah KITA... ..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, isteri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya ... "





